Selasa, 17 Maret 2020
Selasa, 10 Maret 2020
Seberapa Sering Perlu Mengangkat Sel Kulit Mati pada Wajah?

Eksfoliasi wajah cara sederhana dan mudah untuk menjaga kesehatan kulit. Eksfoliasi bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang berada di permukaan wajah. Tidak pada perempuan saja, eksfoliasi juga perlu dilakukan oleh laki-laki.
Metode pengangkatan sel kulit mati ini memberikan efek bersih dan bersinar pada kulit, eksfoliasi tak bisa dilakukan sembarangan. Ada waktu terbaik untuk melakukan eksfoliasi.
Waktu terbaik untuk melakukan eksfoliasi kulit wajah
Ingin memastikan kulit bersih setiap saat, bukan berarti eksfoliasi harus dilakukan setiap hari.
Tahukah Anda bahwa setiap orang menghasilkan sekitar 500 juta sel kulit mati setiap harinya. Sel kulit mati ini dapat menumpuk dari hari ke hari. Maka, di sinilah pentingnya membersihkan wajah secara rutin, serta melakukan eksfoliasi berkala.
Proses eksfoliasi bermanfaat untuk mengurangi kulit kusam dan memperbaiki kondisi kulit, misalnya pada kulit berjerawat.
Meskipun memiliki dampak positif untuk kesehatan kulit, eksfoliasi jangan dilakukan secara berlebihan. Waktu eksfoliasi tergantung dari jenis kulit Anda.
Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda, seperti kulit kering atau sensitif, berminyak dan berjerawat, kulit kombinasi, serta mature skin. Keempat jenis kulit ini membutuhkan waktu eksfoliasi yang berbeda.
1. Kulit kering atau sensitif
Waktu eksfoliasi tipe kulit kering atau kulit sensitif setidaknya 1-2 kali per minggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan produk eksfoliasi yang keras dapat mengiritasi kulit.
Menurut ahli estetika, Elena Duque, tipe kulit wajah sensitif membutuhkan produk eksfoliasi yang mengandung asam glikolat. Selain itu, pilih produk eksfoliasi kimiawi yang mengandung moisturizer dan diformulasikan untuk kulit sensitif.
2. Kulit berminyak atau berjerawat
Eksfoliasi untuk tipe wajah berminyak atau berjerawat dilakukan 2-3 kali seminggu. Pilihan produk yang disarankan adalah eksfoliasi kimiawi dengan kandungan asam salisilat. Kandungan tersebut dapat menyerap minyak, sehingga mengurangi sebum pada wajah.
Menurut Elena Duque, beta hydroxy acid (BHA) menjadi opsi lain untuk mengangkat produksi minyak berlebih pada wajah yang menyumbat pori-pori.
3. Kulit kombinasi
Kulit kombinasi adalah tipe kulit yang berminyak atau berjerawat, sekaligus kering atau sensitif. Perawatan eksfoliasi wajah yang direkomendasikan untuk tipe kulit ini adalah dua sampai tiga kali per minggu.
Anda masih dapat menggunakan jenis eksfoliasi fisik atau kimawi, misalnya scrub, produk dengan kandungan asam, atau enzim tertentu.
4. Mature skin
Mature skin didefinisikan sebagai kondisi kulit dengan tekstur yang sedikit berkeriput. Kondisi ini disebabkan ketika kulit mengalami penuaan. Untuk Anda yang memiliki mature skin, eksfoliasi kulit wajah dapat dilakukan dua kali per minggu dengan menggunakan eksfoliasi kimiawi.
Anda bisa mencari produk eksfoliator yang mengandung asam hidroksi alfa (AHA). Kandungan tersebut banyak dicari karena sifatnya yang anti-penuaan dengan cara kerja mengencangkan kulit.
Hal yang perlu diingat saat eksfoliasi kulit wajah
Mencintai kulit wajah, bukan berarti Anda setiap hari memberikan perhatian ekstra. Segalanya tergantung dari kondisi dan tipe kulit wajah. Terlalu berlebihan eksfoliasi dapat mengiritasi kulit wajah.
Mengutip Healthline, seorang dermatologis bernama dr. Viseslav Tonkovic-Capin, mengatakan bahwa eksfoliasi tidak seharusnya membuat kulit terlihat mengelupas dan kemerahan. Hal ini terjadi ketika kulit wajah mengalami gesekan yang tidak seharusnya. Kondisi kulit iritasi ini bisa memicu infeksi dan eksim.
Sementara itu, jika kulit wajah jarang dieksfoliasi, akan terjadi penumpukan sel kulit mati. Ini bisa membuat kulit terlihat kusam, kasar, dan por-pori tersumbat.
Maka itu, kenali kulit wajah Anda, sehingga Anda bisa secara tepat melakukan jadwal dan cara untuk mengeksfoliasinya.
Coronavirus: Definisi, Penyebaran, Hingga Pencegahan

Definisi coronavirus (virus corona)
Apa itu coronavirus?
Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sebagian besar coronavirus adalah virus yang tidak berbahaya.
Coronavirus adalah virus zoonosis, artinya virus ini disebarkan melalui hewan dan manusia.
Dikutip dari WHO, investigasi menunjukkan bahwa virus corona penyebab SARS (SARS-CoV) ditularkan dari musang ke manusia. Sementara itu, hewan yang menularkan coronavirus penyebab MERS (MERS-CoV) ke manusia adalah unta dromedaris. Terdapat pula beberapa virus lain yang terdapat pada hewan, tapi belum menginfeksi manusia.
Virus corona pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1960 di hidung pasien yang terkena flu biasa.
Dua coronavirus pada manusia, yaitu OC43 dan 229E, adalah yang bertanggung jawab atas terjadinya sebagian flu biasa.
Virus ini diberi nama berdasarkan proyeksi mirip mahkota di permukaannya. “Corona” dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota”.
Penyebaran coronavirus adalah sama seperti virus yang penyebab flu lainnya, seperti dari batuk dan bersin, atau dari sentuhan orang yang terinfeksi.
Hampir semua orang pernah terinfeksi virus corona setidaknya sekali seumur hidupnya, biasanya terjadi pada anak-anak.
Coronavirus adalah virus yang umumnya muncul pada musim gugur dan dingin di Amerika Serikat. Namun, semua orang bisa terkena virus ini kapan pun.
Jenis-jenis coronavirus
Coronavirus adalah virus yang memiliki beragam jenis. Namanya biasanya dibedakan berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang disebabkan dan seberapa jauh penyebarannya.
Medical News Today menyebut, saat ini ada enam jenis virus corona yang menginfeksi manusia, yakni:
- 229E
- NL63
- 0C43
- HKU1
Jenis coronavirus yang lebih langka adalah MERS-CoV yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan SARS-CoV, yang menyebabkan Severe Acute Respiratory syndrome (SARS).
Selain kedua jenis coronavirus langka tersebut, baru-baru ini, tepatnya pada 7 Januari 2020, sebagaimana dilansir dari laman badan kesehatan dunia, WHO, pemerintah Tiongkok mengonfirmasi jenis virus corona baru yang mewabah pada akhir Desember.
Virus corona baru tersebut merupakan jenis coronavirus yang tidak mirip dengan kelompok virus corona lainnya. Untuk sementara, virus corona ini dinamai dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV).
Novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Meski begitu, infeks novel coronavirus (2019-nCoV) ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.
Hal ini dibuktikan dengan adanya orang yang terinfeksi novel coronavirus (2019-nCoV) meski belum pernah bepergian ke Tiongkok, tempat pertama kali novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) ditemukan.
Gejala
Gejala infeksi virus corona
Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala yang muncul biasanya bergantung dari jenis virus dan seberapa serius infeksinya.
Jika Anda mengalami infeksi pernapasan atas yang ringan hingga sedang, seperti flu biasa, gejala Anda terkena coronavirus adalah:
- Hidung berair
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Demam
- Tidak enak badan secara keseluruhan
Jenis virus corona lain bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Infeksi ini dapat mengarah ke bronkitis dan pneumonia (seperti yang terjadi pada infeksi novel Coronavirus 2019/2019-nCoV), yang menyebabkan gejala seperti:
- Demam, yang akan cukup tinggi jika Anda mengidap pneumonia
- Batuk berdahak
- Napas pendek
- Sakit dada ketika Anda bernapas atau batuk
Beberapa infeksi yang lebih parah akibat coronavirus adalah yang umumnya lebih sering terjadi pada pengidap gangguan hati dan jantung, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan orang tua.
Penyakit akibat coronavirus
Apa saja penyakit yang disebabkan oleh coronavirus?
Beberapa jenis coronavirus adalah penyebab penyakit serius. Berbagai penyakit yang mungkin bisa disebabkan oleh coronavirus adalah sebagai berikut:
MERS
Sekitar 858 orang meninggal dunia karena MERS, yang pertama kali muncul pada 2012 di Arab Saudi dan di negara lain di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa.
Pada April 2014, orang Amerika pertama mendapat perawatan khusus di rumah sakit karena MERS di Indiana dan kasus lain dilaporkan juga terjadi di Florida. Keduanya diketahui baru kembali dari Arab Saudi.
Pada Mei 2015, kejadian luar biasa MERS terjadi di Korea, yang merupakan kejadian luar biasa terbesar di luar Arab.
Gejala MERS akibat coronavirus adalah demam, kesulitan bernapas, dan batuk. Penyakit menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang telah terinfeksi.
Namun, semua kasus MERS berkaitan dengan orang yang baru kembali dari perjalanan ke Semenanjung Arab.
MERS berakibat fatal pada 30-40% pengidapnya.
SARS
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV. Ini biasanya disebut sebagai bentuk pneumonia yang mengancam jiwa.
Virus itu awalnya muncul di Provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan pada November 2002, hingga akhirnya tiba di Hong Kong.
SARS-CoV kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menginfeksi orang di 37 negara.
Pada 2003, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena kejadian luar biasa SARS. Pada tahun 2015, tidak ada laporan lebih lanjut tentang kasus SARS.
Gejala penyakit SARS berkembang dalam waktu seminggu dan diawali dengan demam. Sama seperti flu, gejala yang dirasakan orang dengan penyakit SARS akibat coronavirus adalah:
- Batuk kering
- Panas dingin
- Diare
- Sesak napas
Pneumonia, infeksi paru-paru parah, mungkin akan berkembang setelahnya. Pada tahap lanjut, SARS menyebabkan kegagalan pada paru-paru, hati, atau jantung.
Pneumonia akibat novel coronavirus (2019-nCoV)
Pada akhir Desember 2019, WHO mengumumkan ka
sus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di daerah Wuhan City, Provinsi Hubei, Tiongkok.
Pada 7 Januari, jenis baru, yaitu novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) diidentifikasi sebagai penyebab kasus tersebut.
Virus novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan jenis baru virus corona yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia.
Berdasarkan Journal of Medical Virology, kebanyakan orang yang terinfeksi novel Coronavirus (nCoV-2019) terpapar daging hewan liar yang dijual di pasar makanan laut Huanan, yang juga menjual hewan-hewan liar, seperti unggas dan kelelawar.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa coronavirus yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019, alias novel coronavirus, adalah berasal dari ular.
Pada 10 Januari 2020, WHO menerbitkan serangkaian panduan sementara untuk semua negara tentang cara mempersiapkan diri menghadapi virus ini.
Untuk menghadapi virus corona baru ini, Anda dianjurkan untuk memantau kondisi orang yang terinfeksi, menguji sampel, merawat pasien, mengendalikan infeksi di pusat kesehatan, mempertahankan persediaan yang tepat, dan melakukan sosialisasi pada publik tentang virus baru ini.
Sebagaimana dikutip dari WebMD pada 23 Januari, telah terdapat 300 kasus infeksi novel Coronavirus yang terjadi di Tiongkok dengan jumlah kematian yang meningkat. Seorang wisatawan diketahui telah membawa virus tersebut ke Amerika Serikat.
Badan penanggulangan dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, mengonfirmasi bahwa kasus novel coronavirus (nCoV-2019) pertama kali diumumkan di Amerika Serikat pada 21 Januari 2020.
Hingga 4 Februari 2020 (pukul 17:30), sebagaimana dilansir dari peta novel coronavirus 2019 (2019-nCoV), korban terinfeksi novel coronavirus telah berjumlah 20.677 orang yang tersebar di seluruh dunia.
Masih dari sumber yang sama, data juga menunjukkan bahwa korban meninggal mencapai 427 jiwa dan yang berhasil disembuhkan berjumlah 697 orang.
Kebanyakan korban berasal dari dataran Tiongkok. Organisasi kesehatan dunia, WHO, juga telah mengumumkan status darurat global terkait infeksi novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) pada 31 Januari 2020.
Penyebaran
Bagaimana penyebaran coronavirus?
Penyebaran coronavirus dari manusia ke manusia adalah hal yang belum diteliti secara khusus. Meski begitu, untuk kasus novel coronavirus 2019 telah dikonfirmasi bahwa telah terjadi penularan antarmanusia.
Penyebaran virus corona, termasuk novel coronavirus 2019, dipercaya melalui cairan yang dikeluarkan dari sistem pernapasan.
Beberapa kemungkinan penyebaran coronavirus adalah:
- Melalui udara (batuk dan bersin tanpa menutup mulut).
- Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi.
- Melakukan kontak dengan permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut.
- Terkadang, penyebaran coronavirus adalah melalui kontak dengan kotoran.
Kemampuan coronavirus dalam bermutasi adalah salah satu hal yang dipercaya membuat virus ini sangat mudah menular, khususnya novel coronavirus 2019 (2019-nCoV).
Sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, dokter paru dari RS EMC, Desilia Atikawati menyatakan bahwa novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) merupakan penyakit akibat virus corona yang paling rendah tingkat kematiannya dibandingkan SARS dan MERS.
Namun, hal ini patut diwaspadai. Menurutnya, angka kematian yang kecil membuat novel coronavirus 2019 menjadi lebih mudah menyebar. Pasalnya, seseorang akan menunggu keluhannya berat, baru menyadari (kemungkinan adanya infeksi).
Diagnosis dan Pengobatan
Bagaimana mendiagnosis kondisi akibat virus corona?
Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis coronavirus yang mungkin menjangkiti Anda.
- Melihat riwayat kesehatan Anda, termasuk gejala yang Anda rasakan
- Melakukan pemeriksaan fisik
- Melakukan tes darah
- Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya.
Jika Anda mengalami gejala yang telah disebutkan, Anda perlu memberi tahu dokter soal lokasi yang baru Anda kunjungi atau kontak dengan hewan.
Sebagian besar infeksi MERS-CoV ditemukan berasal dari Semenanjung Arab. Sementara itu, untuk SARS-CoV umumnya berasal dari daerah Tiongkok.
Novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) juga banyak ditemukan di daratan Tiongkok. Walaupun per 4 Februari 2020, persebarannya telah ke 27 negara. Pengidap novel coronavirus 2019 terbanyak masih berada di Tiongkok.
Maka, penting untuk melaporkan riwayat bepergian, terutama jika Anda baru dari daerah yang telah disebutkan di atas.
Kontak dengan hewan-hewan pembawa virus ini, seperti unta dan ular, atau menggunakan produk berbahan unta juga penting untuk disampaikan demi membantu diagnosis penyakit akibat coronavirus.
Bagaimana mengobati infeksi coronavirus?
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona pada manusia, begitu juga dengan novel coronavirus 2019 yang kini tengah mewabah. Sebagian besar orang dengan penyakit akibat virus ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya.
Namun, hal-hal yang dapat meredakan gejala penyakit akibat coronavirus adalah:
- Minum obat sakit dan flu, tapi jangan berikan Aspirin pada anak-anak
- Gunakan pelembap ruangan atau mandi dengan air panas untuk melegakan sakit tenggorokan dan batuk.
- Jika Anda mengalami sakit ringan, Anda perlu minum banyak air dan beristirahat di rumah.
Pencegahan
Bagaimana mencegah terkena virus corona?
Saat ini, belum ada vaksin apa pun yang dapat mencegah coronavirus. Namun, cara yang dapat Anda lakukan untuk terhindar dari penyebaran virus corona, termasuk novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) adalah:
- Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air, setidaknya 20 detik.
- Hindari menyentuh tangan, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum dicuci.
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
- Bersihkan barang yang sering Anda sentuh.
- Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan.
- Tetaplah di rumah jika sakit.
Dalam rilisnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menganjurkan beberapa hal untuk mencegah infeksi novel coronavirus apabila Anda hendak bepergian.
- Hindari menyentuh hewan atau burung.
- Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
- Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
- Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
- Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah wabah, terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
- Setelah kembali dari daerah wabah, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan informasikan kepada dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.
Dalam keadaan ini, Anda juga dianjurkan untuk tidak bepergian atau mengunjungi Tiongkok demi mencegah tertularnya novel coronavirus 2019 (2019-nCoV).
Mulai Mencintai Diri Sendiri dengan Prinsip Body Positivity

Banyak orang beranggapan bahwa standar tubuh ideal adalah tubuh ramping, kulit berwarna terang, dan mulus tanpa luka. Akibatnya, standar kecantikan pun muncul, sehingga tidak sedikit orang yang merasa tidak sempurna ketika hal tersebut tidak terpenuhi. Maka itu, sekarang ini muncul prinsip body positivity yang mendorong orang untuk mencintai tubuhnya sendiri. Prinsip body positivity ini adalah tren baru yang katanya dapat membuat Anda lebih menerima diri sendiri apa adanya.
Mengapa menjalankan body positivity penting dan apa yang perlu dilakukan untuk menerapkan hal ini?
Body positivity adalah langkah awal menerima diri sendiri

Dilansir dari Psychology Today, body positivity adalah prinsip yang membuat orang menerima tubuh apa adanya. Baik ketika bentuk, ukuran, dan kemampuan tubuh berubah karena sifat, usia, atau pilihan pribadi.
Prinsip ini biasanya membuat orang memahami bahwa nilai terhadap diri sendiri dan perubahan fisik adalah hal berbeda. Intinya, apapun yang terjadi, Anda sama berharganya dengan orang lain.
Body positivity juga menandakan bahwa semua orang berhak mendapatkan citra tubuh yang positif meskipun orang lain memandangnya sebagai hal yang tidak sempurna.

Prinsip ini ternyata cukup penting karena Anda lebih dapat menghargai dan mencintai diri sendiri. Body positivity tidak terbatas untuk wanita saja, melainkan juga pria, anak-anak, lansia, dan orang dewasa pun perlu belajar untuk menghargai diri sendiri.
Dengan demikian, body positivity dianggap sebagai ‘penyelamat’ agar lebih dapat percaya terhadap dirinya sendiri. Terlepas dari bagaimana orang lain memandang Anda atau tidak memenuhi standar ideal di masyarakat mengenai bentuk fisik.
Kebanyakan orang yang menjalani prinsip tersebut mengakui bahwa mereka menjadi lebih percaya diri, bagaimana bisa?
Sebenarnya, semuanya tergantung pada pola pikir Anda. Jika Anda tidak yakin dengan diri sendiri, isi pikiran mungkin dipenuhi kejelekan terhadap tubuh sendiri, seperti body shaming dari pikiran sendiri.

Akibat dari pikiran negatif tersebut, Anda tidak menjadi percaya diri dan takut terhadap pendapat orang lain. Padahal, mungkin saja orang tersebut tidak berpikir seperti yang Anda takutkan.
Sementara itu, ketika Anda sudah berhasil menerima diri apa adanya, tentu dapat hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri. Setidaknya, body positivity menjadi langkah pertama agar lebih peduli terhadap diri sendiri ketimbang omongan dari orang lain.
Maka itu, kepercayaan diri tidak selalu tergantung pada bentuk fisik, melainkan bagaimana Anda mampu menumbuhkan rasa tersebut.
Tidak selamanya body positivity baik untuk semua orang

Walaupun demikian, tidak selamanya body positivity adalah penolong bagi mereka yang tidak percaya diri. Tidak jarang prinsip ini dijadikan ‘tameng’ bagi mereka yang acuh tak acuh dengan kesehatannya sendiri.
Sebagai contoh, Anda menderita obesitas karena menjalani gaya hidup yang tidak sehat dan mengetahui bahwa kondisi ini perlu diperbaiki.
Dalam kasus obesitas, Anda tentu tidak boleh membiarkan kondisi ini terus terjadi pada tubuh sendiri karena alasan body positivity. Obesitas dan body positivity adalah hal yang perlu dipisahkan.
Hal ini dikarenakan obesitas menandakan tubuh berada dalam kondisi yang tidak sehat. Apabila Anda terus membiarkan kondisi tersebut karena body positivity, tentu hanya akan berdampak buruk terhadap diri sendiri.

Bedakan dengan orang yang memiliki badan curvy atau berisi, tetapi secara kesehatan mereka masih termasuk ideal dan karena faktor genetik. Hal tersebut tidak menjadi masalah dan body positivity dapat diterapkan dalam kondisi seperti ini.
Bukan obesitas yang membuat Anda tidak percaya diri, tetapi jadikan obesitas tersebut untuk mencintai diri sendiri dengan menurunkan berat badan, rutin olahraga, dan makan sehat.
Bagaimanapun, kesehatan diri sendiri adalah tanggung jawab Anda, bukan orang lain. Menjaga kesehatan pun menjadi bentuk dari body positivity karena menerima dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.
Bagaimana menumbuhkan prinsip body positivity?

Satu hal yang perlu diingat dalam menjalankan prinsip body positivity adalah Anda harus tetap peduli dengan kesehatan tubuh. Hal tersebut menjadi penanda bahwa Anda memang mencitai diri sendiri dan menerima kekurangan secara fisik yang dapat dijadikan kekuatan.
Sebagai contoh, bagi beberapa orang mungkin berpendapat bahwa tahi lalat di wajah adalah kekurangan. Padahal, tahi lalat tersebut bisa saja menjadi ciri khas dan pelengkap yang manis di wajah Anda.
Contoh lain dari body positivity adalah Winnie Harlow, finalis dari American Next Top Model ini justru menjadikan kekurangannya sebagai kekuatan. Ia menderita vitiligo, yaitu kulit yang kehilangan warna alami.
Akan tetapi karena prinsip body positivity yang dianutnya, Winnie justru terkenal dan menjadikan warna kulitnya sebagai ciri khas.
Nah, Anda pun bisa menjadi seorang Winnie Harlow, dengan menjalani beberapa langkah di bawah ini.
1. Belajar menjadi diri sendiri

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan body positivity adalah dengan belajar menjadi diri sendiri.
Mencintai dan belajar menjadi diri sendiri ternyata sangat penting karena dengan begitu Anda tidak lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain tidak akan ada habisnya karena Anda adalah Anda dan dia adalah dia, individu yang berbeda.
Manusia memang memiliki berbagai jenis bentuk yang berbeda pada setiap orang, sehingga membuat mereka unik. Anda bukan sebuah boneka dari pabrik yang bentuknya sama seperti boneka lainnya.
Maka itu, bersinar lah dengan cara sendiri agar hidup menjadi lebih mudah dan percaya diri tanpa perlu pusing terhadap pendapat orang lain.
2. Memberikan dukungan untuk sesama

Selain belajar menjadi diri sendiri, ternyata memberikan dukungan untuk sesama adalah aspek penting dalam menjalani prinsip body positivity.
Setelah berhasil menjadi diri sendiri, cobalah untuk tidak menganggap orang lain berada di bawah Anda. Sebaiknya, mendukung orang lain agar mereka menjadi lebih percaya diri.
Dengan begitu, body positivity akan meningkat bukan hanya di diri sendiri, melainkan juga menular ke orang lain dalam artian yang lebih positif.
3. Menyebarkan pandangan positif

Penerapan body positivity pada diri sendiri dan orang terdekat yang berhasil ternyata juga perlu disebarkan melalui media sosial. Media sosial ternyata berperan besar dalam pengaruh citra bentuk tubuh.
Hal ini dikarenakan standar ideal dan kecantikan yang tersebar di media sering menjadi patokan, apa yang membuat orang lain ‘tampan’ atau ‘cantik. Akibatnya, ketika seseorang tidak sesuai dengan kriteria yang ada, tentu tidak sedikit orang yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk fisiknya.
Penggunaan media dalam menyebarkan body positivity adalah hal yang cukup penting dan membantu. Media dapat mulai menampilkan model-model yang bentuk tubuh, warna kulit, dan kondisi fisiknya beragam. Tidak hanya apa yang ingin disesuaikan dengan standar kecantikan yang sudah ada.
Body positivity mungkin menjadi penyelamat bagi orang-orang yang merasa bentuk fisiknya tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ada. Akan tetapi, jangan jadikan prinsip ini sebagai ‘tameng’ dari rasa malas karena mencintai diri sendiri adalah dengan melakukan yang terbaik untuk Anda.
7 Langkah Sederhana Memulai Pola Hidup Sehat Agar Panjang Umur
Banyak orang yang tidak begitu paham bagaimana caranya untuk menjaga dirinya tetap sehat, baik secara fisik dan mental. Padahal hidup sehat dan bahagia adalah kunci panjang umur. Artinya, semakin bahagia seseorang, maka besar pula kemungkinanya orang tersebut hidup lebih lama. Nah, salah satu cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk hidup lebih bahagia dan panjang umur adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
Yuk, simak panduan memulai pola hidup sehat di sini.
1. Hindari stres

Macet di jalan, deadline tugas atau kerjaan yang mencekik, keuangan yang tersendat, hubungan asmara yang sedang renggang, dan berbagai perahara hidup lainnya tentu akan membuat Anda stres. Saat Anda merasa stres, semua sistem dalam tubuh Anda akan meresponnya dengan cara yang berbeda-beda. Stres yang bersifat kronis dapat berdampak pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Nah, oleh sebab itu, berusahalah sebisa mungkin untuk mengurangi atau bahkan menghindari segala hal yang bisa membuat Anda stres.
Berhenti sebentar dari aktivitas yang sedang Anda kerjakan adalah hal lumrah. Ketika Anda sedang merasa tertekan, cobalah untuk menepi sebentar di tempat yang sepi. Tenangkan diri Anda sambil mengambil napas dalam-dalam dan embuskan secara perlahan.
Lakukan hal tersebut berulang kali sampai Anda merasa lebih rileks. Mengambil napas dalam-dalam sendiri telah terbukti menurunkan kadar kortisol, yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Anda juga bisa melakukan berbagai aktivitas lainnya yang Anda senangi. Misalnya, membaca, menulis jurnal, atau pun bermain dengan hewan peliharaan. Intinya, buatlah diri Anda merasa nyaman dengan cara yang Anda senangi.
2. Bijak memilih makanan

Apa yang Anda makan tentu akan memengaruhi bagaimana tubuh Anda bekerja. Oleh sebabnya, penting bagi Anda untuk memerhatikan setiap makanan yang Anda konsumsi setiap hari.
Pastikan kalau makanan dalam piring Anda memenuhi prinsip gizi seimbang, yang mencangkup karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik. Jangan hanya bergantung dengan satu jenis makanan pokok saja. Anda bisa mengganti makanan pokok dengan jagung, mi, ubi, atau kentang. Jadi, tak harus nasi terus.
Perhatikan pula porsi makan Anda. Memerhatikan porsi makan sangatlah penting untuk mencegah Anda mengalami kegemukan dan terserang berbagai penyakit kronis. Ingat, apapun yang berlebihan tentu tidak baik untuk tubuh.
Selain memilah makanan yang akan dikonsumsi, Anda juga harus bijak dalam mengolahnya. Hindari mengolah makanan dengan cara digoreng. Anda bisa mengolah makanan dengan cara yang lebih sehat, seperti direbus, dikukus, atau ditumis.
3. Sempatkan olahraga setiap hari

Olahraga tak melulu harus jogging atau pergi ke gym. Anda bebas melakukan berbagai jenis olahraga yang memang Anda sukai. Jika Anda suka bersepeda atau berenang, maka jangan ragu untuk melakukannya. Begitu pula jika hanya menyukai jalan santai. Kuncinya satu, buatlah tubuh Anda aktif bergerak setiap hari.
Dengan aktif bergerak, tubuh Anda akan berusaha untuk membakar kalori yang mengendap di tubuh. Lebih dari itu, hal ini juga dapat membantu mengalirkan lebih banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh dan menjaganya tetap sehat. Tak heran jika setelah olahraga atau melakukan aktivitas fisik Anda jadi merasa lebih bugar.
Nah, bagi Anda pekerja kantoran yang mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas fisik sederhana guna memastikan tubuh Anda tetap bergerak.
Saat menuju ruangan kantor, cobalah untuk memilih naik tangga ketimbang naik lift atau eskalator. Anda juga bisa meluangkan waktu untuk berjalan-jalan atau sekadar naik turun tangga sebelum dan sesudah makan siang.
Terkadang dengan perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari bisa membantu Anda menjadi lebih aktif berolahraga.
4. Kurangi gula mulai hari ini

Anda penyuka dessert alias makanan manis? Cupcake, es krim, permen, brownies, memang sangat menggonda lidah. Namun, mulai hari ini berniatlah untuk mengurangi atau bahkan menghindari berbagai makanan tersebut.
Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, asupan gula yang terlalu banyak dapat memicu penyakit diabetes. Nah, jika sudah terkena diabetes, Anda akan lebih rentan terkena berbagai penyakit kronis di kemudian hari. Beberapa di antaranya seperti penyakit jantung dan stroke.
Mulailah secara perlahan-lahan. Jika biasanya Anda minum kopi dengan dua sendok gula, kini cobalah hanya satu sendok saja. Setelah terbiasa, Anda bisa menghilangkan asupan gula sama sekali dalam cangkir kopi yang Anda minum.
Alih-alih minum minuman kemasan, lebih baik Anda makan potongan buah segar. Selain lebih sehat, gula yang terkandung di dalam buah segar tentu tidak akan sebanyak yang ada dalam minuman kemasan.
Tak hanya gula, Anda juga harus perlahan-lahan mengurangi kebiasaan merokok dan minum alkohol.
5. Banyak minum air putih

Sekitar 60 persen dari komposisi tubuh Anda adalah air. Sayangnya, setiap hari cairan dalam tubuh akan terus berkurang lewat keringat, urin, dan bahkan setiap kali Anda bernapas. Inilah mengapa, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan Anda terpenuhi setiap hari.
Lebih jauh, memastikan bahwa asupan cairan Anda tepenuhi dengan baik tidak hanya mencegah dehidrasi saja, tapi juga jadi cara ampuh bagi Anda agar tidak mengonsumsi minuman manis.
Bawalah botol minum sendiri ke mana pun Anda pergi. Masukkan botol tersebut dalam tas, sehingga Anda tidak akan lupa membawanya ke mana-mana. Selain itu, sediakan juga air minum di meja kerja atau di kamar tidur.
6. Cukup tidur

Rajin olahraga dan makan makanan yang bernutrisi tinggi akan berakhir sia-sia kalau Anda sendiri tidak cukup tidur. Menurut Cheri Mah, seorang pakar masalah gangguan tidur di Stanford University dan University of California, tidur adalah kebutuhan paling mendasar untuk menuju pola hidup sehat.
Tidur menjadi sebuah fondasi di mana pikiran dan tubuh yang sehat terbentuk. Jika fondasi ini goyah, tentunya akan berdampak pada kesehatan Anda. Mulai dari fungsi kekebalan tubuh, energi, selera makan, suasana hati hingga berat badan Anda.
Menurut National Sleep Foundation, durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa sekitar 7-9 jam per malam. Jadi, pastikan kalau setiap malam Anda tidur setidaknya 7-9 jam, ya!
Langganan:
Komentar (Atom)
Hand Hygiene
download